Kesalahan Fatal: Membandingkan Harga dengan Hotel yang Salah
"Pak, hotel sebelah jual 300 ribu. Kita pasang 250 ribu aja, biar laku."
Kalau kalimat ini pernah keluar dari mulut Anda atau staf resepsionis, Anda sedang melakukan kesalahan fatal yang paling sering terjadi di hotel kecil Indonesia : membandingkan tarif dengan hotel yang bukan kompetitor Anda sebenarnya.
Hotel sebelah bisa jadi bintang 4 dengan kolam renang luas dan 80 kamar. Anda punya 20 kamar di gang yang sama. Kalau Anda ikut-ikutan harganya, ada dua kemungkinan: Anda jual terlalu murah (buang-buang revenue), atau Anda jual terlalu mahal untuk fasilitas yang Anda punya (kamar kosong melompong). Dua-duanya bikin rugi.
Ini lho yang menarik dari materi Benchmarking dan Competitive Set Analysis di course Mastering Hotel Revenue Management : benchmarking itu bukan sekadar "intip harga tetangga". Ada ilmunya — dan ilmunya bisa dipakai hotel kecil tanpa keluar uang sepeser pun.
Apa Itu Competitive Set (Comp Set)?
Course-nya mengajarkan satu konsep kunci: competitive set , alias kelompok hotel yang benar-benar bersaing dengan Anda. Bukan semua hotel di kota. Bukan hotel termewah. Hanya hotel yang "memperebutkan tamu yang sama dengan Anda".
Kriteria memilih comp set:
- Lokasi — radius 1-2 km dari hotel Anda, atau di area wisata yang sama
- Kelas dan fasilitas — kamar, layanan, dan harga yang setara (jangan bandingkan losmen dengan resort bintang 5)
- Target pasar sama — sama-sama menyasar wisatawan domestik, pebisnis, atau backpacker
- Jumlah kamar mirip — 10-50 kamar, bukan 200 kamar
Idealnya pilih 4-6 hotel. Terlalu sedikit kurang representatif, terlalu banyak bikin pusing sendiri.
Metrik yang Wajib Dibandingkan
Coba bayangkan Anda lagi lihat dashboard hotel Anda. Ada tiga angka yang harus Anda bandingkan dengan comp set setiap bulan:
- Occupancy (%) — seberapa penuh kamar Anda vs mereka
- ADR (harga rata-rata per kamar) — seberapa mahal Anda bisa jual vs mereka
- RevPAR (pendapatan per kamar tersedia) — gabungan keduanya: Okupansi × ADR ÷ 100
Nah, yang paling menarik dari course ini adalah RevPAR Index (RGI) :
RGI = RevPAR Hotel Anda ÷ RevPAR Comp Set × 100
Angka 100 berarti Anda rata-rata. Di atas 100 berarti Anda lebih baik dari kompetitor. Di bawah 100 berarti Anda tertinggal.
Contoh konkret: hotel Anda RevPAR-nya Rp180.000, comp set rata-rata Rp200.000. Berarti RGI Anda 90 — Anda ketinggalan 10% dari kompetitor. Pertanyaannya sekarang: kenapa? Apakah harga Anda terlalu murah? Atau okupansi Anda rendah karena kurang terlihat di OTA? Ini titik awal analisis, bukan vonis untuk langsung turunkan harga.
Kalau angka-angka ini masih terasa abstrak, coba mainkan langsung di simulasi RevPAR interaktif — Anda bisa menggeser angka okupansi dan ADR lalu melihat efeknya ke pendapatan secara langsung.
Cara Praktis untuk Hotel Kecil (Tanpa Software Mahal)
Course ini memang dibangun untuk hotel dengan BI tools dan data analyst. Tapi di hotel kecil Indonesia, adaptasinya sederhana:
- Tentukan comp set Anda hari ini juga — tulis 4-5 nama hotel yang benar-benar rebutan tamu dengan Anda
- 15-20 menit per minggu — buka Traveloka, Tiket.com, Agoda, dan Booking.com, catat harga kamar masing-masing kompetitor untuk akhir pekan dan hari biasa
- Catat di spreadsheet atau buku — cukup kolom: hotel, tanggal, tipe kamar, harga. Konsisten lebih penting daripada canggih
- Hitung RGI bulanan — pakai data okupansi Anda sendiri (dari PMS atau buku tamu) dan estimasi okupansi kompetitor dari pola OTA (hotel yang sering "habis" berarti okupansinya tinggi)
Setelah tiga bulan, Anda akan punya data yang lebih berharga daripada tebakan mana pun: peta harga kompetitor yang bisa Anda jadikan dasar keputusan. Mau latihan mengambil keputusan dari data seperti ini? Coba Revenue Strategy Game — Anda disimulasikan sebagai revenue manager yang harus memutuskan strategi tiap periode.
Ilmu dari Course vs Realita Hotel Kecil
Jujur saja: banyak tools di course ini (BI dashboard, forecast otomatis, displacement analysis) memang berat untuk hotel 20 kamar. Tapi inti ilmunya — membandingkan diri dengan kompetitor yang tepat, bukan asal ikut-ikutan — itu justru paling dibutuhkan hotel kecil, karena modal kita cuma data dan konsistensi.
Mulai minggu ini: tulis comp set Anda, catat harga mereka, dan hitung RGI bulan depan. Satu halaman spreadsheet sederhana bisa mengubah cara Anda mematok harga selamanya — dari "ikut-ikutan tetangga" menjadi "keputusan berbasis data".
Butuh bantuan mengelola revenue hotel Anda?
Gunakan RMS — alat Revenue Management gratis untuk hotel UMKM Indonesia.
Artikel ini dibuat untuk membantu hotelier Indonesia memahami praktik Revenue Management terbaik.