GRIYANET.my.id Home Blog
Hotel Marketing

Rugi Kalau Iklan Hotel Anda Ditujukan ke Orang yang Belum Pernah Menginap — Daftar Tamu Lama Bisa Jadi Audiens Iklan Termurah

September 26, 2026 • 5 min read • oleh Griya Widiada
Rugi Kalau Iklan Hotel Anda Ditujukan ke Orang yang Belum Pernah Menginap — Daftar Tamu Lama Bisa Jadi Audiens Iklan Termurah

Rugi Kalau Iklan Hotel Anda Ditujukan ke Orang yang Belum Pernah Menginap

Bu Ratih punya guesthouse 14 kamar di Yogyakarta. Bulan lalu ia belanja Rp 2 juta di iklan. Klik yang masuk 410. Booking-nya tiga. Artinya ia membayar sekitar Rp 660 ribu untuk satu booking — padahal komisi OTA untuk hotel sekelasnya hanya sekitar Rp 150 ribu per booking.

Masalahnya bukan iklannya. Masalahnya siapa yang melihat iklan itu. Semuanya orang yang belum pernah dengar nama guesthouse-nya. Sementara di buku tamu Bu Ratih, ada 800 orang yang sudah pernah tidur di kamarnya, tahu sarapannya enak, dan tidak perlu diyakinkan lagi. (Semua angka di artikel ini ilustrasi — hasil tiap hotel berbeda.)

Custom Audience Itu Buku Tamu Digital Anda

Bayangkan buku tamu lama Anda — yang bertumpuk di depan resepsionis — bisa Anda fotokopi dan tempel di depan iklan. Hanya orang di buku itu yang melihat iklan Anda. Itulah Custom Audience: kumpulan email dan nomor HP tamu yang Anda unggah ke platform iklan, lalu platform menayangkan iklan hanya ke akun mereka.

Lookalike Audience versi lebih luasnya: Anda bilang ke Meta, "ini 500 orang yang cocok dengan hotel saya — carikan orang lain yang mirip mereka."

Bedanya terasa di biaya. Audiens dingin biasanya mendapat klik 0,8–1,5%; audiens hangat bisa 2–4%. Angka ini perkiraan industri — hasil tiap hotel berbeda.

Iklan ke orang asing Iklan ke daftar tamu lama + lookalike
Biaya per booking Rp 300–700 ribu Rp 50–150 ribu
Rasa ragu calon tamu Tinggi, "hotel ini apa bagus?" Rendah, sudah pernah menginap
Yang jadi rebutan Kata kunci umum, mahal Kenalan lama, jarang diincar kompetitor

Langkah 1: Rapikan Daftar Tamu (1 Jam, Sekali Saja)

Buka file Excel atau buku tamu Anda. Buat satu spreadsheet dengan kolom minimal:

  1. Nama tamu
  2. Nomor HP — format +62 8xx (bukan 08xx, platform butuh kode negara)
  3. Email — kalau ada; satu data saja sudah cukup
  4. Tanggal check-out terakhir

Rapikan dulu sebelum diunggah: nomor tanpa kode negara atau baris duplikat bikin ratusan kontak gagal terkirim. Target minimal 100 kontak untuk membentuk audiens, dan sekitar 1.000 kontak (tamu 2–3 tahun terakhir, boleh digabung) bila ingin membuat lookalike. Sekali kerja, dipakai seterusnya.

Langkah 2: Bagi Tiga Keranjang, Jangan Jadi Satu

Tamu baru pulang bulan lalu dan tamu yang terakhir menginap dua tahun lalu tidak boleh dapat iklan yang sama. Pisahkan:

Satu keranjang, satu iklan, satu tawaran. Ini yang membedakan iklan yang menghasilkan booking dari iklan yang hanya dilihat.

Langkah 3: Unggah ke Meta dan Google

Di Meta (Facebook/Instagram Ads), buka Audiences → Create Audience → Custom Audience → Customer List, unggah spreadsheet Anda. Kolom email dan nomor HP boleh digabung dalam satu file.

Di Google Ads, caranya bernama Customer Match, ada di bagian Audience Manager. Anda juga bisa mengunggah daftar yang sama ke Google Business Profile untuk pengingat promo kepada pelanggan.

Setelah audiens Custom terbentuk, buat Lookalike 1–2% dari keranjang A — makin kecil persentasenya, makin mirip tamu Anda. Data Anda di-hash (diacak) oleh platform, jadi yang tersimpan bukan email asli.

Aturan izin, jangan dilewat: Anda hanya boleh mengunggah data tamu yang sudah kenal Anda dan setuju dihubungi. Jangan pernah membeli database nomor dari pihak lain — selain melanggar aturan, hasilnya boncos. Sediakan jalan keluar: setiap promosi WhatsApp/email sebaiknya punya kalimat "balas STOP untuk berhenti".

Langkah 4: Mulai Rp 50 Ribu Sehari, Ukur 14 Hari

Jangan langsung mengalihkan seluruh budget. Buat kampanye terpisah khusus audiens ini dengan Rp 50 ribu per hari, berjalan di luar kampanye kata kunci umum Anda. Kalau selama 14 hari angka biaya per booking masih di bawah komisi OTA (sekitar Rp 150 ribu untuk kamar Rp 750 ribu), naikkan perlahan.

Setiap Senin catat empat angka: tanggal, biaya iklan, jumlah booking, nilai booking. Berhenti menilai iklan dari jumlah klik — klik bisa banyak tapi tidak ada yang menginap.

Tiga Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

  1. Mengirim iklan ke tamu yang baru check-out dua hari lalu. Beri jeda minimal 30 hari; kalau tidak, Anda terlihat seperti hotel yang menagih.
  2. Satu tawaran untuk semua keranjang. Audiens hangat tidak butuh diskon besar.
  3. Lupa mengeluarkan daftar dari kampanye umum. Setelah Custom Audience terbentuk, pilih exclude agar orang yang sama tidak dikirimi dua iklan berbeda yang saling bersaing harga.

Kalau daftar tamu Anda masih berantakan di buku fisik, mulai dari sana dulu — panduan membangunkan database tamu yang menganggur di Excel bisa jadi bahan awal. Untuk pengunjung website yang belum jadi booking, gunakan strategi retargeting yang sudah dibahas sebelumnya.

Intinya: sebelum belanja iklan ke orang asing, tagih dulu kenalan lama Anda.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa jumlah minimal kontak untuk membuat Custom Audience di Meta Ads?

Sekitar 100 kontak sudah bisa membentuk audiens, tapi baru efektif di atas 300. Untuk Lookalike Audience, siapkan minimal 1.000 kontak agar sistem punya cukup pola. Kalau belum sampai, gabungkan tamu 2–3 tahun terakhir dalam satu file.

Apakah saya perlu meminta izin tamu sebelum mengunggah nomor HP dan email mereka ke Meta Ads?

Ya. Unggah hanya data tamu yang mengenal hotel Anda dan tidak menolak dihubungi, dan sediakan cara berhenti ("balas STOP"). Platform akan meng-hash data tersebut, tetapi tanggung jawab izin tetap ada di Anda. Jangan pernah membeli daftar kontak dari pihak ketiga — hasilnya boncos dan berisiko.

Hotel saya hanya 12 kamar dengan 40 tamu per bulan, apakah strategi ini masih masuk akal?

Masih. Kumpulkan terus selama 6–12 bulan sampai melewati 100 kontak; sementara itu pakai retargeting pengunjung website yang lebih cepat terkumpul. Satu tawaran ke tamu lama biasanya tetap lebih murah daripada membayar komisi OTA.

Budget minimal untuk iklan ke audiens tamu lama berapa, dan kapan harus dimatikan?

Mulai Rp 30–50 ribu per hari, dijalankan sebagai kampanye terpisah. Evaluasi setelah 14 hari: kalau biaya per booking masih di atas komisi OTA (misalnya Rp 150 ribu untuk kamar Rp 750 ribu), matikan atau ganti tawarannya. Jangan menaikkan budget sebelum satu booking nyata masuk.

#meta ads#google ads#custom audience#digital marketing