GRIYANET.my.id Home Blog
Pricing Strategy

Group vs FIT: Beda Cara Harga dan Kenapa Group Bisa Lebih Untung

August 01, 2026 • 5 min read • oleh Griya Widiada
Group vs FIT: Beda Cara Harga dan Kenapa Group Bisa Lebih Untung

Selama Ini Anda Mungkin Berpikir Group Harus Dikasih Harga Murah. Padahal...

Ada telepon masuk: rombongan kantor mau booking 20 kamar, minta harga potong 40%. Kalau Anda seperti kebanyakan pemilik hotel kecil, reaksi pertama pasti: "wah, beli banyak, wajar dong dapat murah?" Lalu Anda turunkan harga tanpa mikir panjang.

Berhenti. Justru di titik inilah banyak hotel kecil kehilangan uang paling banyak. Group bukan alasan untuk panik kasih diskon. Dihitung dengan benar, group malah bisa lebih untung daripada tamu individual. Artikel ini akan kasih Anda cara menghitungnya — tanpa rumus, langsung bisa dipakai besok.

Duluin, Paham Dulu Bedanya Group dan FIT

FIT itu singkatan Free Independent Traveler — tamu yang jalan sendiri, booking 1–2 kamar. Kayak orang belanja eceran di pasar: beli 1 kg cabai, bayar harga pas.

Group itu rombongan yang booking banyak kamar sekaligus — kayak pembeli grosir yang ambil 1 kuintal. Nah, di pasar, grosir memang dapat harga lebih murah. Tapi di hotel, logikanya kebalikan : melayani group justru lebih murah buat Anda, jadi Anda tidak wajib kasih diskon besar.

Kenapa melayani group lebih murah? Cek daftar ini:

Contoh Angka: Pak Budi di Solo

Pak Budi punya hotel 25 kamar di Solo. Suatu hari ada rombongan kantor mau booking 15 kamar x 2 malam, minta harga Rp350.000. Harga normal kamarnya Rp450.000.

Kalau diterima: 15 kamar x 2 malam x Rp350.000 = Rp10,5 juta pasti masuk. Tidak ada drama, tidak ada batal di menit terakhir.

Kalau ditolak dan dijual ke FIT: 15 kamar x Rp450.000 = Rp13,5 juta. Kalau laku semua. Tapi itu belum tentu — tamu FIT bisa datang belakangan, batal, atau tidak datang sama sekali.

Jadi perbandingannya bukan harga per kamar. Perbandingannya: uang pasti vs uang harapan. Di hari sepi, Rp10,5 juta pasti lebih baik daripada Rp13,5 juta yang tidak jelas jadi atau tidak.

Tapi Hati-Hati: Group Juga Bisa Bikin Rugi

Kapan group jadi racun? Saat high season. Kalau weekend atau musim libur kamar Anda pasti laku Rp450.000 ke FIT, lalu Anda kasih group Rp300.000, Anda sama saja membuang Rp150.000 per kamar.

Kasus Bu Sari di Yogyakarta begini ceritanya. Hotelnya 18 kamar. Dulu, setiap ada tawaran group, langsung ia kasih diskon besar — takut kalau ditolak rombongan lari. Akibatnya, pas weekend ramai, 10 kamarnya "dimakan" group dengan harga 60% dari harga normal. Kamar yang seharusnya laku Rp500.000 ke tamu individual, terjual Rp300.000 ke rombongan.

Setelah sadar, Bu Sari bikin aturan sederhana :

Hasilnya? Group tetap masuk di hari sepi (kamar tidak nganggur), weekend tetap dijual ke FIT dengan harga penuh. Revenue naik 18% dalam 2 bulan tanpa menambah satu kamar pun.

Aturan Praktis yang Bisa Anda Pakai Besok Pagi

  1. Mulai hitung dari bawah, bukan dari atas. Berapa biaya bersih per kamar (listrik, laundry, gaji, breakfast)? Harga group minimal harus di atas angka itu + margin tipis.
  2. Group baru layak diskon kalau minimal 10 kamar dan 2 malam. Rombongan 3 kamar itu bukan group — itu FIT yang minta diskon.
  3. DP minimal 50%. Kalau rombongan keberatan, biasanya bukan group serius.
  4. Lihat kalender dulu. High demand = FIT didahulukan. Low demand = group adalah penyelamat.

Buat aturan ini dalam 30 menit hari ini, tulis di buku atau spreadsheet, dan pegang teguh. Kalau Anda mau panduan step-by-step soal bikin aturan harga seperti ini, coba buka Pricing Rules Lesson dari GriyaNet Academy — gratis dan bahasa Indonesia.

Sebelum vs Sesudah: Ringkasnya Beginilah

Sebelum: Group datang → Anda panik → kasih diskon 40% → weekend kehilangan revenue → akhir bulan bingung kok capek tapi untung tipis.

Sesudah: Group datang → Anda buka aturan → tawarkan harga sesuai musim + DP 50% → weekend tetap dapat FIT harga penuh → revenue naik tanpa tambah kamar.

Bedanya cuma satu: Anda punya aturan, bukan perasaan. Mulai besok pagi, tulis aturan group Anda. 30 menit saja. Dua bulan lagi Anda akan berterima kasih pada diri sendiri.

Butuh bantuan mengelola revenue hotel Anda?

Gunakan LightRMS — alat Revenue Management gratis untuk hotel UMKM Indonesia.

Artikel ini dibuat untuk membantu hotelier Indonesia memahami praktik Revenue Management terbaik.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa kamar minimal supaya rombongan layak disebut group dan mendapat diskon?

Artikel menyarankan minimal 10 kamar dan 2 malam. Rombongan 3 kamar bukan group — itu tamu FIT yang minta diskon. Dengan patokan ini Anda punya alasan jelas saat menolak permintaan potongan dari booking kecil.

Bagaimana cara menolak permintaan diskon group tanpa membuat mereka pergi?

Tawarkan harga yang masuk akal sesuai musim, bukan langsung menolak mentah-mentah. Kalau rombongan serius, mereka biasanya tetap balik dengan harga yang wajar — jangan takut bernegosiasi. Yang penting Anda punya aturan tertulis, jadi penolakan terasa konsisten, bukan asal-asalan.

Apakah group yang datang di akhir pekan tetap perlu diberi diskon?

Tidak — di weekend atau high season, kamar Anda bisa laku dengan harga normal ke tamu FIT. Contoh di artikel: hotel Bu Sari menetapkan harga group minimal 85% dari harga normal di akhir pekan plus syarat minimal 2 malam. Hasilnya revenue naik 18% dalam 2 bulan karena weekend tidak lagi "dimakan" group murah.

Berapa besar DP yang wajar diminta dari rombongan?

Minimal 50% dari total nilai booking. DP ini melindungi Anda kalau rombongan batal mendadak, sekaligus menguji keseriusan mereka — rombongan yang keberatan DP biasanya bukan group yang serius. Untuk group yang pernah batal sebelumnya, jangan ragu minta DP lebih besar.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari aturan harga group ini?

Sekitar 2 bulan, seperti contoh Bu Sari yang revenue-nya naik 18% dalam 2 bulan setelah aturannya konsisten dijalankan. Tulis aturannya hari ini dalam 30 menit, pegang teguh minimal 2 musim, dan bandingkan pendapatan sebelum vs sesudah. Kuncinya konsistensi, bukan menerapkan sesekali.

#corporate rate#FIT#group booking#segmentasi