GRIYANET.my.id Home Blog
Pricing Strategy

Group vs FIT: Beda Cara Harga — dan Kenapa Group Bisa Lebih Untung untuk Hotel Anda

June 23, 2026 • 6 min read • oleh Griya Widiada
Group vs FIT: Beda Cara Harga — dan Kenapa Group Bisa Lebih Untung untuk Hotel Anda

Group vs FIT: Beda Cara Harga — dan Kenapa Group Bisa Lebih Untung untuk Hotel Anda

Pak Budi punya hotel 25 kamar di Batu, Malang. Setiap akhir pekan, kamarnya laku keras — keluarga-keluarga dari Surabaya booking 2-3 malam. Tapi Senin sampai Kamis? Sepi. Sampai suatu hari, seorang EO event kampus datang: "Pak, kami mau booking 15 kamar untuk 3 malam. Bisa diskon 40%?"

Pak Budi bingung. 15 kamar x 3 malam = 45 room-night. Angka besar. Tapi diskon 40% dari harga Rp400.000 berarti cuma Rp240.000 per kamar. Apakah ini untung atau malah rugi?

Inilah dilema klasik semua hotel UMKM Indonesia: gara-gara beda menentukan harga untuk group vs tamu individu (FIT).

Apa Itu Group dan FIT?

Sebelum bahas harga, kita samakan dulu bahasa:

Dua jenis tamu ini HARUS diperlakukan berbeda soal harga. Tarif yang sama untuk keduanya? Itu kesalahan yang bikin Anda kehilangan uang — dari kedua sisi.

Q&A;: Pertanyaan yang Sering Muncul

Q: Berapa kamar minimal disebut group?
A: Untuk hotel kecil, 5 kamar per malam sudah bisa disebut group. Tapi beberapa hotel menggunakan patokan 10 kamar. Tentukan sendiri yang cocok — yang penting konsisten.

Q: Apakah group selalu minta diskon?
A: Hampir selalu. Tugas Anda bukan menolak, tapi tahu kapan diskon itu masuk akal dan kapan Anda harus tetap di harga tertentu. Pricing Rules Lesson bisa bantu Anda menentukan batas diskon yang aman.

Q: Kalau group booking di OTA, dianggap group atau FIT?
A: Tetap FIT. Perbedaan group vs FIT ada di berapa kamar yang dibooking, bukan lewat mana booking-nya.

Kenapa Group Harus Lebih Murah dari FIT — tapi Tidak Semurah Itu

Sekilas logis: group booking banyak kamar, pasti harus dapat harga miring. Tapi jangan lupakan ini:

Keuntungan Group untuk Anda:

Kerugian Group untuk Anda:

Cara Hitung Harga Group yang Tepat (Praktis!)

Gunakan rumus sederhana ini agar Anda tidak rugi:

  1. Hitung BAR Rate Anda — Misal: Rp400.000 per kamar per malam.
  2. Tentukan batas diskon maksimal — Biasanya 20-30% dari BAR Rate untuk volume besar. Jadi batas bawah Anda Rp280.000 - Rp320.000.
  3. Hitung incremental cost — Berapa biaya tambahan kalau 1 kamar terisi? Listrik, air, laundry, breakfast. Ini sekitar 15-25% dari harga kamar. Pastikan harga group Anda masih di atas angka ini.
  4. Jangan lupa F &B; & ancillary — Kalau group juga booking ruang meeting (Rp2-5 juta) atau catering (Rp75.000/pax), Anda bisa lebih fleksibel soal harga kamar.

Contoh:

Bu Dewi punya hotel 20 kamar di Bandung. Sebuah perusahaan mau booking 10 kamar untuk 2 malam di hari kerja (Senin-Selasa). BAR rate: Rp350.000.

Hitung incremental cost: Rp75.000/kamar (listrik, air, breakfast). Artinya, harga berapa pun di atas Rp75.000 masih memberikan kontribusi ke fixed cost hotel.

Bu Dewi menawarkan Rp250.000/kamar/malam — diskon 29% dari BAR. Tapi perusahaan juga meminta paket meeting 1 hari Rp3.000.000. Total dari group ini: (10 kamar x 2 malam x Rp250.000) + Rp3.000.000 = Rp8.000.000.

Tanpa group ini, hotel Bu Dewi di hari Senin-Selasa hanya okupansi 30% (6 kamar terjual FIT rata-rata Rp350.000 = Rp2.100.000/hari). Dengan group, pendapatan di hari yang sama naik 2x lipat.

Bandingkan dengan before-after Bu Dewi:

Strategi Tambahan: Segmentasi Harga Group

Tidak semua group sama. Beda jenis, beda harga:

Jenis Group Diskon Ideal Catatan
Corporate (perusahaan tetap) 15-20% Bisa kontrak tahunan. Bisnis berulang — jaga hubungan.
Event / Wedding 20-30% Biasanya booking duluan (3-6 bulan). Plus F&B; besar.
Group wisata / tur 25-35% Harga paling agresif. Tapi okupansi terjamin di hari sepi.
Families & reuni 10-15% Diskon minimal. Mereka kurang sensitif harga.

Ingat: diskon adalah alat, bukan keharusan. Group yang datang di akhir pekan atau liburan tidak perlu diskon besar — kamar Anda akan laku dengan harga normal.

Kesalahan Umum Group Pricing

Pelajari lebih lanjut soal segmentasi harga dengan Price Elasticity Interactive Lesson — alat gratis untuk memahami seberapa sensitif tamu Anda terhadap perubahan harga.

Kesimpulan

Group dan FIT adalah dua dunia berbeda dengan cara harga masing-masing. Group bukan sekadar "tamu yang minta diskon" — mereka adalah peluang mengisi kamar di hari sepi dengan pendapatan tambahan dari F&B;, meeting room, dan layanan lain.

Mulai hari ini, buat kebijakan group pricing sederhana: tentukan BAR rate, batas diskon 30%, hitung incremental cost, dan bedakan jenis group. Dengan formula ini, Anda tidak akan bingung lagi saat EO, perusahaan, atau rombongan keluarga datang menawar harga.

Dan ingat cerita Pak Budi di awal? Setelah menerapkan strategi ini, ia tidak lagi asal bilang iya. Sekarang ia punya tabel harga group, minta DP 50%, dan selalu tanya "acara kapan?" sebelum diskusi diskon. Hasilnya: rata-rata 3 group per bulan di hari kerja — pendapatan naik 25% tanpa perlu tamu baru.

Butuh bantuan mengelola revenue hotel Anda?

Gunakan LightRMS — alat Revenue Management gratis untuk hotel UMKM Indonesia.

Artikel ini dibuat untuk membantu hotelier Indonesia memahami praktik Revenue Management terbaik.

#corporate rate#FIT#group booking#hotel kecil#segmentasi