GRIYANET.my.id Home Blog
Pricing Strategy

Sold Out Dua Malam Tapi Pendapatan Biasa? Terapkan LOS Policy

July 28, 2026 • 5 min read • oleh Griya Widiada
Sold Out Dua Malam Tapi Pendapatan Biasa? Terapkan LOS Policy

Anda punya 20 kamar hotel, tanggal 31 Desember semua sold out, tanggal 1 Januari juga sold out. Tapi pendapatan bulanan Anda masih jauh dari target. Kenapa?

Karena tanggal 2 Januari hanya 4 kamar terisi. Dan tanggal 3 Januari cuma 2 kamar. Tamu akhir tahun datang cuma 1-2 malam, lalu pergi, meninggalkan "lubang" di kalendar booking yang sulit diisi oleh tamu baru.

LOS (Length of Stay) Policy adalah solusinya. Ini aturan minimal menginap yang memaksa tamu mengambil kamar lebih lama, sehingga kamar Anda tidak "kemakan" oleh tamu pendek.

Sold Out Dua Malam Tapi Pendapatan Biasa? Terapkan LOS Policy

LOS Policy itu kayak batas minimum pembelian di resto. Gampangnya: kalau peak season, Anda atur minimal 2 malam. Tamu mau 1 malam? Mending tidak terima.

Kenapa? Karena tamu yang menginap 1 malam di peak season, bikin kamar kosong di tanggal-tanggal sekitarnya yang sulit terisi. Tamu 2-3 malam jauh lebih menguntungkan.

Masalah Nyata: Lubang Kalendar

Buat Pak Budi di Bandung, 15 kamar homestay. Setiap akhir pekan full, tapi Senin-Jumat sepi. Pendapatan stagnan di Rp 25 juta/bulan.

Masalahnya? Tamu liburan Sabtu-Minggu pergu, Senin kamar kosong. Tamu yang baru mau datang Selasa, tapi slot Sabtu-Minggu sudah terisi tamu pendek. Jadi 2 tanggal lost opportunity.

Setelah terapkan LOS Policy minimal 2 malam untuk akhir pekan, okupansi Sabtu-Minggu tetap 100%, tapi sekarang tamu juga menginap Senin. Pendapatan naik jadi Rp 32 juta/bulan.

Kapan Terapkan Minimal Menginap?

High Season / Peak Period: Liburan lebaran, natal-tahun baru, long weekend. Atur 2-3 malam minimal.

Weekend: Kalau hotel Anda rame Sabtu-Minggu, tapi seping Senin-Jumat, atur 2 malam minimal untuk weekend.

Event Lokal: Ada konser besar di kota Anda? Festival makanan? Kebutuhan tinggi, naikkan LOS minimum.

Low Season: JANGAN pakai LOS minimum. Ini malah bikin tamu lari. Buka 1 malam, coba upsell "stay 2 pay 1.5" atau bonus tambahan.

Contoh Implementasi LOS Policy

Pak Hartono punya hotel 25 kamar di Bali. Tahun lalu, bulan Juli (peak season) always full, tapi revenue cuma Rp 45 juta. Banyak tamu datang 1-2 malam saja, pergi, kemudian kamar kosong 2-3 hari sebelum terisi lagi.

Tahun ini, dia atur:

Hasilnya? Bulan Juli 2023, okupansi 95% (turun sedikit dari 100%), tapi revenue naik 35% jadi Rp 60 juta. Karena sekarang tamu menginap rata-rata 3.2 malam vs 1.8 malam tahun lalu.

Cara Tentukan Berapa Malam Minimum?

  1. Cek histori 6-12 bulan: Di peak period, berapa rata-rata malam tamu menginap? Kalau rata-rata 1.5 malam, naikkan ke 2 malam.
  2. Lihat demand pattern: Kalau tanggal-tanggal tertentu always sold out 1 bulan sebelumnya, itu indikasi demand tinggi. Pasang LOS minimum.
  3. Competitor check: Hotel sejenis juga pakai minimum stay? Jangan terlalu beda. Kalau kompetitor 2 malam, Anda 2 malam juga, jangan 3 malam (malah kalah).
  4. Test & adjust: Mulai 2 malam. Kalau masih full demand, naikkan 3 malam. Kalau okupansi turun signifikan, turunkan lagi.

Tools seperti LightRMS bisa bantu Anda atur LOS policy otomatis berdasarkan demand pattern dan periode tertentu.

Q&A;: Tanya Jawab tentang LOS Policy

Q: Tamu komplain kenapa harus minimal 2 malam, padahal mereka cuma butuh 1 malam. Apa yang harus saya jawab?

A: Jelaskan jujur: "Maaf, tanggal 28-30 Desember ini kami terima booking minimal 2 malam karena sangat high demand. Kalau Anda bisa datang tanggal 31-2 Januari, kami buka 1 malam." Atau tawarkan alternatif tanggal lain. Most guests akan mengerti kalau Anda jelaskan dengan sopan dan beri opsi lain.

Q: Kalau pakai LOS minimum, jangan-jangan okupansi jadi turun karena tamu pindah ke hotel lain?

A: Iya, okupansi mungkin turun sedikit (misal 100% jadi 90%), tapi REVENUE biasanya naik (karena tamu yang datang menginap lebih lama). Fokus ke revenue, bukan okupansi. Yang penting pendapatan naik, bukan kamar terus full tapi harga murah dan tamu cepat pergi.

Q: Berapa sering harus review LOS policy?

A: Review setiap bulan saat revenue meeting. Lihat performa bulan lalu: okupansi, ADR, RevPAR. Kalau RevPAR naik, policy jalan. Kalau turun, mungkin policy terlalu ketat, butuh adjustment.

Kontras: Sebelum vs Sesudah LOS Policy

Sebelum (tanpa LOS minimum):

Sesudah (dengan LOS minimum):

Langkah Implementasi Hari Ini

  1. Buka kalendar booking 3 bulan ke depan: Tandai tanggal-tanggal high demand (weekend, libur nasional, event lokal)
  2. Set LOS minimum: Mulai dengan 2 malam untuk peak periods. Jangan langsung 3 malam, test dulu.
  3. Komunikasikan ke semua channel: Update di website hotel, OTA (Traveloka, Agoda, Booking.com), dan front desk tahu aturan ini.
  4. Monitor minggu pertama: Lihat apakah okupansi turun drastis? Kalau ya, mungkin policy terlalu ketat. Kalau tidak, jalan terus.
  5. Review bulanan: Di revenue meeting, bahas apakah LOS policy perlu adjustment naik/turun.

LOS Policy bukan untuk mematikan booking, tapi untuk maximalkan revenue dari kamar yang sudah ada. Kenapa menerima 20 tamu 1 malam (total 20 kamar-malam), kalau bisa terima 10 tamu 2 malam (total 20 kamar-malam) tapi dengan harga per malam lebih tinggi dan operasional lebih efisien?

LightRMS membantu Anda mengatur LOS policy secara otomatis, berdasarkan demand pattern historis hotel Anda, tanpa perlu hitung manual setiap hari.

Butuh bantuan mengelola revenue hotel Anda?

Gunakan LightRMS — alat Revenue Management gratis untuk hotel UMKM Indonesia.

Artikel ini dibuat untuk membantu hotelier Indonesia memahami praktik Revenue Management terbaik.

#high season