GRIYANET.my.id Home Blog
Hotel Marketing

Rugi Kalau Budget Iklan Hotel Anda Sama Terus Tiap Bulan — Ini Cara Atur Iklan Sesuai Musim

August 18, 2026 • 5 min read • oleh Griya Widiada
Rugi Kalau Budget Iklan Hotel Anda Sama Terus Tiap Bulan — Ini Cara Atur Iklan Sesuai Musim

Rugi Kalau Budget Iklan Hotel Anda Sama Terus Tiap Bulan — Ini Cara Atur Iklan Sesuai Musim

Pak Made punya hotel 16 kamar di Ubud, Bali. Tiap bulan ia transfer Rp 2 juta untuk Google Ads dan Meta Ads. Di bulan Juli (low season), iklannya sepi — Rp 2 juta hangus. Di bulan Agustus (high season), kamarnya sudah penuh dari Traveloka, tapi iklannya tetap menyala membakar budget. Bunyi familier?

Masalahnya bukan iklannya, tapi jadwalnya. Iklan hotel itu ibarat payung: buka saat hujan, lipat saat panas.

Kenapa Budget Sama Terus Itu Salah?

Permintaan kamar hotel naik-turun seperti ombak. Di Bali, Agustus penuh; di Jakarta, akhir pekan ramai; di Jogja, libur sekolah laris. Kalau budget iklan Anda rata sepanjang tahun, dua hal buruk terjadi:

Solusinya: jadikan budget iklan seperti pedal gas — injak saat butuh, lepas saat tidak.

Musim 1: High Season — Kecilkan, Jangan Matikan Total

Saat booking pace menunjukkan hotel Anda 80-90% penuh, iklan non-brand (kata kunci seperti "hotel murah di Ubud") hanya buang duit. Tapi jangan matikan semua iklan — pertahankan kampanye brand (nama hotel Anda), agar tamu yang sudah kenal hotel Anda tidak dicegat iklan OTA di detik terakhir.

Besok pagi: cek booking pace Anda — kami pernah bahas caranya di artikel booking pace ini. Kalau okupansi 30 hari ke depan sudah di atas 80%, turunkan budget non-brand ke Rp 0, sisakan hanya kampanye brand Rp 20.000–30.000/hari.

Musim 2: Low Season — Ini Saatnya Iklan Bekerja Keras

Ironisnya, low season justru waktu terbaik untuk beriklan — asal caranya beda. Di musim sepi, orang tidak mencari hotel karena tidak punya alasan. Tugas iklan Anda: menciptakan alasan itu.

Besok pagi: buat 1 kampanye Meta Ads radius 40 km dari hotel, tawarkan paket 2 malam + fasilitas, budget Rp 50.000/hari. Jalankan 7 hari, catat hasilnya.

Musim 3: Shoulder Season — Naikkan Bertahap

Menjelang ramai (2-4 minggu sebelum high season), orang mulai mencari-cari. Ini momen emas: naikkan budget bertahap — jangan tunggu musim ramai baru pasang, karena saat itu CPC sudah melambung dan kamar sudah keburu penuh. Kombinasikan dengan promo early-bird: "Booking sebelum tanggal X, hemat 15%."

3 Angka Patokan yang Wajib Anda Tahu

Sebelum menaikkan budget, hafal 3 angka ini (patokan umum industri, bukan jaminan):

Angka Artinya Patokan sehat
CPA Biaya untuk mendapat 1 booking dari iklan Maksimal 50% ADR Anda
ROAS Rupiah revenue per rupiah iklan Minimal 3x
Porsi budget Budget iklan vs revenue proyeksi 5-10%

Contoh: ADR Anda Rp 500.000, maka CPA maksimal Rp 250.000. Kalau biaya per booking sudah di atas itu, iklan Anda jualan rugi — stop atau ganti strategi.

Sebelum vs Sesudah

Sebelum (budget rata) Sesudah (iklan musiman)
High season Rp 2 juta habis, kamar sudah penuh dari OTA Rp 300 ribu (brand saja), nol buang
Low season Rp 2 juta, hasil 2 booking Rp 2 juta → 12 booking staycation
Total per kuartal Rp 6 juta, ~5 booking Rp 4,3 juta, ~16 booking

(Angka ilustrasi dari praktik hotel kecil 10-25 kamar — hasil tiap hotel berbeda.)

Checklist Besok Pagi (30 Menit)

  1. Buka Google Ads & Meta Ads → catat budget bulanan masing-masing.
  2. Cek booking pace 30 hari ke depan — tentukan musim Anda: high, low, atau shoulder.
  3. Sesuaikan: high → kecilkan ke brand saja; low → buat 1 kampanye staycation; shoulder → naikkan 30% bertahap.
  4. Catat CPA dan ROAS minggu ini — kalau CPA > 50% ADR, evaluasi sebelum menambah budget.

Iklan yang benar bukan yang paling mahal — tapi yang muncul di waktu yang tepat. Musim berganti, dan iklan Anda harus ikut berganti.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Bagaimana cara tahu kapan musim ramai hotel saya dimulai?

Gunakan tiga sumber: data okupansi tahun lalu, booking pace 30-60 hari ke depan, dan kalender event lokal seperti libur sekolah atau hari raya. Tandai di kalender: 2-4 minggu sebelum ramai adalah waktu mulai menaikkan budget.

Apakah boleh menaikkan budget iklan saat low season?

Boleh — justru disarankan, asalkan targeting diubah: fokus staycation radius 30-50 km dan paket promo spesifik, bukan kata kunci umum. Low season juga saat CPC lebih murah karena kompetisi berkurang.

Kalau iklan saya tidak menghasilkan booking sama sekali, apakah langsung dihentikan?

Jangan langsung matikan total — evaluasi dulu kata kunci/targetingnya, halaman tujuannya, dan penawarannya. Sering kali yang salah bukan iklannya tapi halaman booking yang lambat atau tanpa harga jelas. Struktur kampanye yang benar bisa Anda pelajari di [artikel struktur Google Ads ini](/blog/google-ads-hotel-anda-boncos-bukan-budget-nya-yang-salah-strukturnya).

Apa bedanya CPA dan ROAS, dan mana yang lebih penting?

CPA adalah biaya untuk mendapat satu booking; ROAS adalah perbandingan revenue terhadap biaya iklan. CPA memberi tahu apakah tiap booking untung, ROAS memberi tahu apakah kampanye layak.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai pola musiman terlihat jelas?

Minimal 12 bulan data untuk pola tahunan yang andal — tapi Anda bisa mulai dari 3-6 bulan. Sambil menunggu, gunakan booking pace dan event lokal sebagai pengganti.

#google ads#meta ads#iklan musiman#digital marketing#hotel marketing