GRIYANET.my.id Home Blog
Hotel Marketing

Setiap Booking via Traveloka, Anda Kasih Mereka 30%? Ini Cara Ambil Alih Kembali

July 06, 2026 • 5 min read • oleh Griya Widiada
Setiap Booking via Traveloka, Anda Kasih Mereka 30%? Ini Cara Ambil Alih Kembali

Rp 300.000 per malam, tamu bayar Rp 430.000. Sisanya? Hangus buat komisi.

Itulah realita yang dialami Ibu Sari, pemilik homestay 5 kamar di Yogyakarta. Setiap kali ada tamu booking via Traveloka atau Agoda, hotelnya cuma kebagian 70% dari harga yang dibayar tamu. Sisanya lenyap jadi komisi OTA.

Coba hitung: dalam sebulan, 30 kamar terjual via OTA dengan harga rata-rata Rp 400.000. Maka Anda memberikan Rp 3,6 juta — setiap bulan — cuma untuk komisi. Uang yang bisa dipakai buat gaji staf, renovasi kamar mandi, atau iklan Google Ads.

Dengan tingkat komisi OTA 15-30%, hotel kecil secara tidak langsung "bekerja" 5-9 hari dalam sebulan hanya untuk OTA , bukan untuk diri sendiri.

Kenapa Anda Harus Mulai Ambil Alih Sekarang?

Pertama: biaya komisi terus naik. Kedua: Anda tidak punya data tamu. Ketiga: tamu yang booking via OTA jarang kembali — mereka adalah loyal pelanggan Traveloka , bukan loyal pelanggan Anda.

Tapi bukan berarti Anda harus meninggalkan OTA total. OTA tetap penting untuk exposure dan tamu baru. Yang perlu Anda lakukan adalah menggeser keseimbangan : dari 100% booking via OTA menjadi 60% OTA, 40% direct dalam waktu 6 bulan. Target yang realistis untuk hotel kecil.

5 Langkah Ambil Alih Kembali Booking Langsung

1. Website Booking Langsung — Bukan Sekadar Brosur Online

Banyak hotel kecil punya website, tapi Cuma foto kamar dan nomor WA. Itu bukan website booking — itu brosur digital.

Anda butuh booking engine sederhana yang terintegrasi dengan website. Tamu bisa lihat ketersediaan kamar, pilih tanggal, dan bayar — tanpa WA-an bolak-balik. Solusi seperti Booking Engine bisa dipasang dalam hitungan jam, bukan minggu.

Sebelum: Tamu kirim WA, tanya harga, tanya ketersediaan, lalu hilang. Sesudah: Tamu buka website, lihat langsung harga real-time, booking dalam 3 menit.

2. Program Insentif — "Book Direct, Dapat Ini"

Mengapa tamu harus booking langsung? Karena mereka dapat sesuatu yang tidak bisa mereka dapatkan di OTA.

Booking via OTA Booking Langsung
Bayar Rp 400.000 Bayar Rp 350.000 (diskon 12,5%)
Tanpa sarapan Gratis sarapan
Check-in jam 14:00 Check-in jam 12:00 (early check-in gratis)
Data tamu milik Traveloka Data tamu milik Anda — kirimkan mereka promo ulang tahun

Contoh nyata: Pondok Kelapa, Lombok — 8 kamar — mulai memberikan diskon 10% + free airport pickup untuk booking langsung. Dalam 3 bulan, booking langsung naik dari 15% menjadi 40%. Pendapatan bersih mereka naik 22% (karena meskipun diskon, mereka tidak bayar komisi 20%).

3. Manfaatkan Review OTA untuk Modal Promosi

Ini yang sering terlewat: tamu yang puas akan menulis review di OTA. Gunakan review itu! Screenshoot, pajang di website dan Instagram Anda. Testimoni asli lebih ampuh dari iklan.

Bingung cara menganalisis review? Gunakan B-Com Review Analyzer — alat gratis untuk mengintip kelemahan dan kelebihan hotel Anda dari ulasan tamu di Booking.com.

4. Email & WhatsApp Marketing — Bangun Hubungan, Bukan Sekadar Transaksi

Setiap tamu yang booking langsung — dapatkan nomor WA dan email mereka. (Penting: jangan spam. Kirim konten bernilai.)

Contoh sederhana: Kirim pesan 3 hari sebelum ulang tahun tamu: "Halo Bapak Andi, selamat ulang tahun! Sebagai tamu setia, kami ingin menawarkan diskon 20% untuk weekend getaway — langsung booking di website kami."

Tanpa data tamu, Anda buta. Dengan data tamu, Anda bisa menyapa mereka secara personal. Dan personal touch adalah senjata ampuh hotel kecil melawan OTA raksasa.

5. Perbaiki Harga & Strategi Distribusi

Ini langkah paling teknis tapi paling berdampak: jangan jual harga yang sama di semua channel.

Strategi yang benar: Harga di website langsung harus selalu sedikit lebih murah atau setara dengan nilai lebih dibanding OTA. Ini disebut Rate Parity dengan Managed Premium.

Bingung menentukan harga optimal? Coba Pricing Rules Lesson untuk panduan lengkap menetapkan harga kamar berdasarkan musim, okupansi, dan data pesaing.

Q&A; — Pertanyaan yang Sering Muncul

Q: Tapi saya nggak punya budget untuk bikin booking engine. Harganya mahal, kan?

A: Tidak harus. Untuk hotel <20 kamar, Anda sudah bisa mulai dengan Booking Engine gratis dari GriyaNet. Pasang di website, hubungkan ke Payment Gateway (misal Midtrans), dan selesai. Tidak perlu sewa super-rumit macam Sabre atau Oracle.

Q: Kalau saya kasih diskon direct booking, OTA marah? Bukannya ada aturan rate parity?

A: Rate parity berlaku untuk harga publik di platform yang sama. Anda boleh memberikan diskon eksklusif untuk member atau lewat program loyalitas, asalkan tidak dipublikasikan secara terbuka. Solusinya: berikan value-add (sarapan gratis, late check-out) daripada diskon mentah-mentah.

Q: Apakah saya harus hapus kamar dari OTA?

A: Jangan drastis. OTA adalah pipa pemasaran. Mereka mendatangkan tamu baru. Strateginya bukan hapus OTA, tapi konversi tamu OTA menjadi direct guest untuk kunjungan kedua.

Mulai Langkah Pertama Besok Pagi

  1. Hitung berapa komisi OTA yang Anda bayar bulan lalu. Angka itu adalah motivasi Anda.
  2. Pasang booking engine di website.
  3. Buat satu penawaran spesial untuk direct booking (diskon 10% atau free breakfast).
  4. Promosikan di Instagram Story dan Facebook — "Booking langsung lewat website, gratis antar jemput stasiun!"
  5. Kumpulkan data tamu dari setiap booking langsung ke spreadsheet sederhana.

Dalam 3 bulan, target Anda: 30% dari total booking berasal dari direct channel. Itu artinya Anda menghemat 20-30% komisi dari 30% kamar yang terjual. Hitung sendiri — itu tambahan pendapatan bersih yang signifikan.

Ingat: Tamu bukan milik Traveloka atau Agoda. Tamu adalah milik hotel Anda. OTA cuma meminjamkan mereka. Saatnya ambil alih kembali.

Butuh bantuan mengelola revenue hotel Anda?

Gunakan Booking Engine — alat Revenue Management gratis untuk hotel UMKM Indonesia.

Artikel ini dibuat untuk membantu hotelier Indonesia memahami praktik Revenue Management terbaik.

#booking engine#digital marketing hotel#direct booking#hotel marketing