GRIYANET.my.id Home Blog
Demand Forecasting

Tahukah Anda, Hotel 30 Kamar Kehilangan Rp120 Juta Setiap Bulan Hanya Karena Tidak Paham Booking Pace?

July 24, 2026 • 5 min read • oleh Griya Widiada
Tahukah Anda, Hotel 30 Kamar Kehilangan Rp120 Juta Setiap Bulan Hanya Karena Tidak Paham Booking Pace?

Tahukah Anda, Hotel 30 Kamar Kehilangan Rp120 Juta Setiap Bulan Hanya Karena Tidak Paham Booking Pace?

Bayangkan scenario ini: Pak Budi punya hotel 30 kamar di Malang. Jumat minggu depan ada konser musik di kota itu. Tapi karena Pak Budi tidak tahu booking pace , dia masih open harga normal Rp600.000 per malam. Padahal pesaing di seberang jalan sudah tutup di Rp900.000 sejak minggu lalu.

Sabtu harinya, hotel Pak Budi penuh. Tapi pendapatan hilang Rp9 juta cuma gara-gara 10 kamar dijual di bawah harga pasar. Kalau ini terjadi 12 kali setahun, itu Rp108 juta yang lenyang percuma.

Booking pace itu sebenarnya sederhana: seberapa cepat kamar hotel Anda terisi sebelum tanggal check-in tiba. Kayak melihat kecepatan penjualan tiket konser — kalau tiketnya laku cepat, harga naik. Kalau sepi, harga turun.

Apa Itu Booking Pace Sebenarnya?

Booking pace adalah indikator yang menunjukkan berapa banyak kamar yang sudah dipesan untuk tanggal tertentu, berapa jauh sebelum tanggal tersebut. Dalam bahasa sederhana: ini kecepatan "booking" tamu Anda.

Contoh: Untuk tanggal 25 Agustus 2026, pada tanggal 1 Agustus Anda sudah punya 15 booking. Itu booking pace Anda. Kalau tahun lalu tanggal yang sama Anda cuma punya 8 booking di tanggal 1 Agustus, berarti tahun ini permintaan lebih tinggi — artinya bisa naikkan harga.

Bukan rocket science. Cuma catat tanggal dan jumlah booking. Tapi efeknya luar biasa ke pendapatan.

Kenapa Booking Pace Penting untuk Hotel Kecil?

Hotel-hotel besar punya tim revenue yang buka 5 layar monitor setiap pagi. Anda tidak perlu segitu. Tapi Anda juga tidak bisa asal "tutup mata" dan baru sadar saat semua kamar penuh dengan harga murah.

Dengan memantau booking pace, Anda bisa:

Bagaimana Cara Menghitung Booking Pace dengan Spreadsheet?

Anda tidak perlu software mahal. Google Sheets atau Excel saja sudah cukup. Begini caranya:

  1. Buat kolom tanggal — tulis semua tanggal dari hari ini sampai 60 hari ke depan
  2. Tambahkan kolom "Booking hari ini" — isi berapa kamar yang sudah terisi per tanggal
  3. Tambahkan kolom "Booking tahun lalu" — bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu
  4. Buat kolom "% Booked" = (Booking hari ini / Total kamar) × 100
  5. Highlight cells — pakai warna merah untuk % < 30% (sepi), kuning untuk 30-70% (normal), hijau untuk > 70% (ramai)

Dalam 10 menit, Anda sudah punya radar booking pace sederhana. Update setiap pagi sembari minum kopi.

Contoh Nyata: Booking Pace yang Bisa Diandalkan

Bu Sari punya homestay 20 kamar di Yogyakarta. Setiap bulan dia catat booking pace di Excel. Hasilnya?

Sebelum: Bulan September 2025, hotel rata-rata penuh di harga Rp450.000. Booking pace Bu Sari tidak pernah dicek. Dia bingung kenapa pendapatan tidak naik meskipun okupansi tinggi.

Sesudah: September 2026, Bu Sari mulai catat booking pace. Dari data, dia tahu bahwa tanggal 17-19 September adalah long weekend dan booking pace sudah 80% sejak tanggal 1 September. Dia langsung naikkan harga ke Rp750.000. Hasilnya? Pendapatan naik 35% dibanding tahun sebelumnya.

Bedanya cuma satu: data. Data yang diambil dari booking pace harian.

Untuk memudahkan forecasting, Anda bisa gunakan Quick Forecasting Tool yang akan membantu Anda memprediksi permintaan berdasarkan data historis.

Kapan Waktu Terbaik untuk Mengambil Keputusan Berdasarkan Booking Pace?

Tidak semua keputusan harus diambil hari itu juga. Ini panduan sederhananya:

Semakin jauh Anda bisa melihat tren, semakin banyak opsi strategi yang tersedia. Jangan tunggu H-3 baru sadar hotel akan penuh atau sepi.

Masih Bingung Mulai dari Mana?

Mulai sederhana. Hari ini buka Google Sheets, tulis tanggal dari hari ini sampai 30 hari ke depan. Catat berapa kamar yang sudah booking per tanggal. Besok lakukan hal yang sama. Dalam seminggu, Anda sudah punya data yang cukup untuk mulai lihat pola.

Booking pace bukan tentang jargon rumit atau formula matematika yang bikin pusing. Ini tentang menyadari pola yang sudah terjadi di hotel Anda setiap hari — hanya saja selama ini tidak pernah dicatat.

Dan ketika pola itu terlihat, keputusan harga dan strategi promo bukan lagi tebak-tebakan. Tapi keputusan berbasis data yang bisa langsung meningkatkan pendapatan.

Siap mulai catat booking pace hotel Anda hari ini? LightRMS dapat membantu Anda memonitor dan menganalisis data booking pace dengan lebih otomatis dan akurat.

Mulai Kelola Booking Pace dengan PMS

Butuh bantuan mengelola revenue hotel Anda?

Gunakan PMS — alat Revenue Management gratis untuk hotel UMKM Indonesia.

Artikel ini dibuat untuk membantu hotelier Indonesia memahami praktik Revenue Management terbaik.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mulai memantau booking pace?

Hanya 10 menit. Buat spreadsheet di Google Sheets atau Excel dengan kolom tanggal 60 hari ke depan, isi jumlah booking per tanggal, lalu bandingkan dengan tahun lalu. Update setiap pagi sambil minum kopi — dalam seminggu Anda sudah punya data cukup untuk melihat pola.

Apakah cara ini cocok untuk hotel di kota kecil yang tamunya datang mendadak?

Cocok, malah hotel kecil yang paling diuntungkan. Setiap kamar bisa berarti 10% pendapatan Anda, jadi salah prediksi satu kamar saja sudah rugi 10%. Untuk kota kecil, pantau 2-4 minggu ke depan sudah cukup karena tamu umumnya booking 7-14 hari sebelum menginap.

Bagaimana cara tahu kapan harus menaikkan harga berdasarkan booking pace?

H-20 sampai H-14 sebelum tanggal check-in, kalau booking pace sudah tinggi, naikkan harga 10-15%. Contoh Bu Sari di Yogyakarta: saat booking pace sudah 80% untuk long weekend, dia naikkan harga dari Rp 450.000 ke Rp 750.000 dan pendapatan naik 35%. Kalau pace masih rendah di H-13 sampai H-7, baru pertimbangkan promo.

Apakah saya perlu software mahal untuk memantau booking pace?

Tidak. Google Sheets atau Excel sudah cukup untuk mulai, lengkap dengan warna sel: merah kalau terisi di bawah 30%, kuning 30-70%, hijau di atas 70%. Kalau nanti ingin lebih otomatis, baru pertimbangkan PMS seperti LightRMS — tapi jangan tunggu punya software dulu untuk mulai.

Hotel saya sering penuh tapi di harga murah, bagaimana booking pace membantu?

Itu persis kasus Bu Sari: hotelnya penuh di Rp 450.000 tapi pendapatan tidak naik karena harga tidak pernah dinaikkan saat permintaan tinggi. Dengan booking pace, Anda tahu lebih awal tanggal-tanggal yang akan ramai, jadi bisa menaikkan harga sebelum kamar penuh — bukan setelahnya.

#booking pace#forecasting#hotel kecil