GRIYANET.my.id Home Blog
Revenue Management

Kompetitor Set Hotel: Cara Pilih 5 Saingan yang Benar (Bukan yang Paling Dekat)

September 26, 2026 • 5 min read • oleh Griya Widiada
Kompetitor Set Hotel: Cara Pilih 5 Saingan yang Benar (Bukan yang Paling Dekat)

Kompetitor Set Hotel: Cara Pilih 5 Saingan yang Benar

Selama ini Anda mungkin berpikir hotel saingan Anda adalah hotel yang paling dekat dari pintu Anda. Atau yang bintangnya paling mirip. Dua-duanya belum tentu benar.

Pak Hendra punya hotel 18 kamar di Seminyak. Setiap kali hotel bintang empat di seberang jalan mengadakan promo, ia buru-buru menurunkan tarifnya. Tiga bulan berjalan, okupansinya naik 4 poin — tapi pendapatannya justru turun sekitar Rp 11 juta. Setelah ditelusuri, tamu hotel bintang empat itu keluarga besar yang butuh kolam renang dan sarapan prasmanan. Tamu Pak Hendra kebanyakan pasangan muda yang cari kamar bersih dan jalan kaki ke pantai. Bukan pasar yang sama. Ia hanya ikut panik, bukan bersaing. (Angka di artikel ini ilustrasi — hasil tiap hotel berbeda.)

Di sinilah kompetitor set (sering disebut comp set) masuk. Bukan daftar semua hotel di kota, tapi kelompok kecil hotel yang benar-benar memperebutkan tamu yang sama dengan Anda.

Comp Set Itu Rapor Kelas, Bukan Peringkat Sekolah

Bayangkan nilai matematika anak Anda 70. Angka itu jadi berarti kalau dibandingkan dengan rata-rata kelasnya: kalau rata-rata kelas 60, anak Anda di atas rata-rata. Kalau rata-rata kelas 85, ia tertinggal — padahal nilainya tidak berubah.

Comp set Anda adalah "kelas" itu. Harga kamar Rp 350 ribu tidak berarti murah atau mahal sebelum Anda tahu tetangga sekelas Anda jual berapa. Salah pilih kelas, kesimpulan Anda salah semua.

Baca juga dasar membandingkannya di Benchmarking Hotel: Jangan Bandingkan Harga dengan Hotel yang Salah.

5 Filter Memilih Hotel Saingan yang Benar

Jangan mulai dari peta. Mulai dari tamu Anda. Ini urutan saringnya:

  1. Lokasi tamu, bukan lokasi hotel. Hotel yang bersaing dengan Anda adalah hotel yang muncul saat tamu Anda mengetik nama daerah Anda di aplikasi pencarian. Kalau tamu Anda rata-rata jalan kaki ke pantai, hotel 15 menit berkendara masih relevan; hotel di kabupaten sebelah tidak.
  2. Selisih harga maksimal sekitar 30%. Kalau tarif Anda Rp 350 ribu, kompetitor yang masuk hitungan ada di rentang Rp 250–450 ribu. Hotel Rp 1,2 juta beda produk, beda tamu, beda percakapan.
  3. Ukuran dan tipe kamar sekelas. 10–50 kamar yang mayoritas standar dan deluxe. Jangan masukkan hotel 120 kamar berbasis grup rombongan kecuali Anda juga mengejar rombongan.
  4. Fasilitas inti sama. AC, air panas, wifi, parkir, sarapan. Kolam renang atau gym boleh jadi pembeda, bukan syarat masuk kelas.
  5. Tipe tamu sama. Pasangan muda akhir pekan, keluarga dengan anak, atau pekerja proyek mingguan. Pilih yang dominan di hotel Anda, dan prioritaskan hotel yang mengejar tipe yang sama.

Kumpulkan 10 nama dari lima filter di atas, lalu potong jadi 5 hotel. Lima sudah cukup untuk membuat rata-rata yang stabil, dan masih bisa Anda pantau sendiri setiap minggu.

Uji 3 Tanggal: Prosedur 30 Menit Tanpa Software

Tidak perlu alat berbayar untuk mulai. Lakukan sekali sekarang, lalu ulangi tiap Senin pagi.

Pilih tiga tanggal uji: satu weekday biasa, satu akhir pekan, satu tanggal yang Anda duga ramai (libur panjang atau event lokal). Untuk tiap tanggal, catat:

Tampung semuanya di satu spreadsheet sederhana di Google Sheets atau Excel:

Tanggal Hotel Anda Saingan A Saingan B Saingan C Rata-rata 5 hotel
Rabu, 10 Rp 320 rb Rp 375 rb Rp 350 rb Rp 400 rb Rp 368 rb
Sabtu, 13 Rp 450 rb Rp 520 rb Rp 490 rb Rp 550 rb Rp 512 rb

Begitu tabel ini terisi tiga minggu, Anda sudah punya senjata rapat: "Sabtu ini rata-rata pasar Rp 512 ribu, saya masih di Rp 450 ribu padahal kamar saya tinggal 2." Itu keputusan yang bisa langsung dieksekusi hari itu.

Cara memantau harga mereka sehari-hari, termasuk etika dan kesalahan yang harus dihindari, ada di Rate Shopping: Bukan Meniru Harga Kompetitor.

Ukur Posisi Anda: RevPAR Index Sederhana

Setelah punya data harga, hitung angka posisi Anda:

RevPAR Index = (RevPAR Anda ÷ RevPAR rata-rata comp set) × 100

RevPAR sendiri adalah pendapatan kamar Anda dibagi jumlah kamar tersedia — gaji per kamar per malam. Kalau index Anda 100, Anda tepat di rata-rata kelas. Di bawah 100, Anda tertinggal. Di atas 100, Anda memimpin.

Contoh: RevPAR Anda Rp 210 ribu, rata-rata comp set Rp 280 ribu. Index Anda 75. Bukan berarti harga Anda wajib naik — bisa jadi okupansi Anda rendah, atau produknya belum sepadan. Tapi angkanya memberi Anda pertanyaan yang benar untuk dijawab, bukan panik karena satu hotel pasang promo.

Sebelum vs Sesudah Punya Comp Set

Sebelum Sesudah
Dasar menaikkan harga "Kata tetangga, sepi." Rata-rata pasar naik, kamar Anda tinggal 3
Reaksi lihat promo hotel lain Langsung turunkan harga Bandingkan tipe tamu dulu, lalu putuskan
Isi rapat pagi Keluhan Angka: index 75, target 90 bulan ini
Waktu yang dipakai 2 jam ngobrol tanpa keputusan 30 menit pantau data, 10 menit eksekusi

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

Mulai hari ini: ambil kertas, tulis 5 nama, dan buat satu tabel tiga tanggal. Modal Anda 30 menit dan satu file spreadsheet.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu kompetitor set (comp set) dan apakah wajib untuk hotel kecil?

Comp set adalah 5–8 hotel yang memperebutkan tamu yang sama dengan Anda. Hotel kecil justru paling butuh ini, karena tanpa pembanding Anda tidak punya cara tahu harga Anda terlalu murah atau terlalu mahal. Tanpa comp set, keputusan harga biasanya hanya ikut-ikutan.

Berapa jumlah hotel yang ideal dalam satu comp set?

Lima sampai delapan hotel. Di bawah lima, rata-ratanya mudah dipengaruhi satu hotel yang pasang promo. Di atas delapan, pemantauan manual jadi membebani staf dan akhirnya tidak jalan.

Bagaimana kalau di sekitar hotel saya tidak ada hotel yang sebanding?

Kumpulkan hotel dengan karakter sama dari area lain di kota Anda — misalnya sesama guesthouse tepi pantai di kabupaten sebelah. Yang penting tipe tamunya sama, bukan jaraknya 500 meter.

Apakah comp set harus diganti setiap musim?

Boleh sama, tapi porsinya berubah. Di high season, hotel yang mengejar tamu liburan lebih relevan. Di low season, hotel yang rajin menurunkan harga bisa jadi pembanding utama. Tinjau ulang minimal tiap 3 bulan.

Dari mana saya tahu okupansi hotel saingan kalau mereka tidak pernah mempublikasikannya?

Anda tidak perlu tahu angka pastinya. Cukup cek ketersediaan kamar di tanggal tertentu: kalau kamar standar habis di tengah minggu, permintaan sedang tinggi. Catat pola itu tiap minggu, dan Anda akan tahu kapan pasar Anda benar-benar padat. Kalau Anda ingin langkah lanjutannya, baca [Rate Shopping Sederhana: Pantau Harga Saingan Tanpa Software Mahal](/blog/rate-shopping-sederhana-pantau-harga-saingan-hotel-tanpa-software-mahal).

#kompetitor set#comp set#benchmarking hotel#revpar index